Categories
Uncategorized

Berikut Mitos dan Fakta soal QQ303

Bagi anda yang mengenal dengan situs yang satu ini yang bernama qq303 pasti sudah pernah merasakan bermain judi online dengan rasa yang sangat menyenangkan dan menguntungkan. Sebab situs qq303 sudah terbukti bahwa memang merupakan salah satu situs judi online terbaik. Sudah banyak sekali yang sudah menuliskan ulasan ulasan mengenai situs terbaik ini yang dimana merupakan pemain pemain judi yang sudah profesional yang menuliskannya. Jadi sudah dapat pastikan bahwa situs qq303 sudah memang merupakan situs judi yang sangat orang incarkan saat ini. Kelebihan dari situs qq303 tersebut banyak sekali mulai dari permainan, bonus dan pelayanan yang diberikan.

Namun ada juga hal yang menaik mengenai situs qq303 karena dengan kebagusannya yang luar biasa, ada banyak pemain yang bertanya tanya mengenai mitos dan fakta dari situs tersebut. Karena bagi mereka semua situs pasti mempunyai mitos ataupun fakta dan tidak semua situs bisa menjadi situs judi online yang paling sempurna. Tetapi sebenarnya anda tidak perlu mengetahui betul mengenai ini karena jika saya sendiri bermain ditempat judi online terbaik pasti saya akan memanfaatkan situs tersebut dengan baik tanpa perlu meragukannya. Tetapi hanya untuk memperjelas saja silahkan baca penjelasan dibawah ini.

Mitos

Ada yang mengatakan bahwa permainan yang dimiliki oleh situs qq303 ini merupakan settingan dimana permainan tersebut sudah di rencanakan agar pemain pemainnya kalah dan tidak mendapatkan keuntungan. Namun hal ini tidaklah benar karena permainan tersebut sudah didapatkan dari provider provider terkenal dimana provider tersebut juga dipakai oleh situs online lainnya. Jadi permainan tersebut akan bersifat dunia karena setiap pertandingan waktunya akan sama dengan yang lainnya dimana akan sama dan tidak akan bisa di atur atur. Mitos sering didapatkan dari pesaing pesaing dari qq303 dimana ingin menjatuhkan situs qq303 agar situs judi online lainnya bisa berkembang. Jadi anda harus berhati hati jika anda mendapatkan suatu kabar yang bersifat negatif, anda harus mencari terlebih dahulu sumber yang benarnya.

Fakta

Jika ngomongin mengenai fakta untuk qq303 akan banyak sekali fakta fakta pada situs ini karena seperti yang saya katakan tadi adalah situs qq303 merupakan salah satu situs judi online yang terbaik. Jadi salah satu fakta utamanya adalah bonus, bonus yang diberikan pada qq303 bener bener sangat banyak dimana bonus tersebut akan di dapatkan oleh semua pemain qq303. Bonus tersebut juga bukanlah kecil namun sangat besar dimana dapat menutupi kekalahan anda namun untuk pemain yang sudah lama tidak bisa mendapatkan bonus untuk member baru dimana bous tersebut cukup besar.

Ada banyak fakta lainnya untuk qq303 namun yang diperlu anda ketahui hanyalah mitos yang menipu anda, semoga bisa bermanfaat.

Categories
Agribisnis

Naikkan Produksi dengan Hara Si

Peran unsur silikon (Si) dalam pertumbuhan tanaman belum banyak diperhatikan, baik oleh para ahli, pemerintah, maupun petani. Tanpa Si, tanaman masih bisa tumbuh. Tapi sebenar nya fungsi hara yang biasanya tersedia da lam bentuk SiO2(silika) ini penting bagi ta naman suku Gramineae, terutama padi dan tebu.

Fungsi Penting

Menurut Dr. Husnain, M.P., M.Sc., silika berperan dalam pembentukan dinding sel tanaman, memperkokoh pertumbuhan tanaman sehingga tumbuh tegak dan dapat menangkap sinar matahari untuk proses fotosintesis yang optimal.

Di samping itu, Si juga memperkuat ketahanan batang dan daun terhadap serangan hama penyakit dan sebagai penyeimbang unsur hara lain, seperti fosfat dan trace element yang menjadi racun. Si pun berperan dalam mengefisienkan penggunaan air bagi tanaman “Tanaman padi kalau diberi silika, tumbuhnya tegak, nggak gampang rebah.

Tumbuhnya bagus, uptake (menyerap) sinar matahari. Insect (serangga hama) dan penyakit yang menyerang akan berkurang sehingga risikonya lebih rendah daripada yang nggak punya silika,” ungkap Uut, sapaan Kepala Balai Penelitian Tanah, itu, kepada AGRINA. Kandungan kritis Si pada padi adalah 7,5%.

“Di bawah nilai tersebut tanaman sangat rentan terhadap serangan OPT (organisme pengganggu tumbuhan) dan penurunan kualitas gabah,” imbuh alumnus S1 Universitas Andalas, Padang, ini. Sependapat dengan Uut, Bambang Widjajanto pun menyatakan, Si termasuk salah satu unsur yang dibutuhkan padi.

“Pembentukan sekam butuh silika. Jerami butuh silika. Jadi, kalau kekurangan silika, padi tidak dapat berproduksi dengan baik karena kebutuhannya sama dengan total N, P, dan K,” papar Direktur Pengem bangan Bisnis PT Rabana Agro Resources, distributor produk agrokimia di Jakarta, ini.

Uut menyebut, kebutuhan Si pada padi sebanyak 300-500 kg/ha dalam bentuk SiO2 tersedia atau siap serap. Dosis ini tanpa jerami dan diaplikasikan setahun sekali. Namun kalau jerami dikembalikan ke lahan setelah dikomposkan terlebih dulu, dosis Si bisa dikurangi sepertiga sampai separuhnya.

Mengapa Terabaikan?

Sampai hari ini kebanyakan orang meng anggap pemupukan Si tidak perlu. Toh, banyak terdapat di tanah. “Lahan kita memang tinggi total silikanya, tapi ketersediaannya rendah. Dalam kondisi penanam an normal, maksudnya tidak dieksploitasi seperti sekarang, (sampai tiga kali tanam), itu cukup. Tapi kalau jerami tidak kembali ke lahan, sumber silikanya dari mana lagi?” ulas Uut.

Jadi, lanjut alumnus Tottori University, Jepang, tersebut, lahan yang ditanami pa di secara intensif hingga tiga kali seta hun dan jeraminya tidak dikembalikan ke lahan, seperti di Karawang, Jabar, perlu aplikasi silika. Pun di tanah-tanah masam yang berpH kurang dari 6,5seperti di Se rang, Banten, unsur Si-nya banyak tercuci sehingga jumlahnya tidak mencukupi.

Demikian pula tanah-tanah tua sejenis Ul tisol, Oksisol, dan Alluvial yang mengarah ke pantai miskin Si, jadi perlu ditambahkan. Pada kesempatan berbeda, Bambang membuktikan, aplikasi pupuk Si di lahan dekat gunung Merapi, Magelang, yang kaya akan silika pun tetap diperlukan. “Ternyata di sana masih bisa menaikkan produksi 20%.

Artinya Si di sana belum tersedia,” tandas jebolan Jurusan Agronomi, Faperta IPB angkatan 18 ini. Lebih jauh dia menerangkan, silika bisa diaplikasikan dalam bentuk cair melalui daun dan bentuk serbuk lewat tanah. Si diserap tanaman dalam bentuk H2SiO4. Perbedaannya, silika lewat daun tidak ber fungsi seperti yang di tanah.

Sementara Si yang melalui tanah, sebelum bekerja di tanaman, bereaksi dulu memperbaiki struk tur tanah, melepas hara P yang se mu la terikat sehingga bisa diserap akar tanaman. Mengapa bisa begitu? Si menggantikan P yang terikat oleh Al, Fe, Mn karena ionnya lebih kuat. Al yang terlalu banyak dalam tanah bikin pH rendah dan bisa meracuni tanaman.

“Setelah dua minggu aplikasi Si, per kembangan akar lebih bagus, lebih panjang, akar serabut lebih banyak. Efek ini membuat akar mengambil unsur hara jauh lebih efektif. Di dalam tanaman Si membantu translokasi unsur hara merata ke seluruh bagian tanaman. Akibatnya per tumbuhan tanaman lebih seragam. Pengisian bulir juga lebih banyak,” jelas Bambang panjang lebar.

Selain itu, sambung dia, tanaman padi yang diaplikasi Si dari daun dan tanah, daun dan batangnya terlindungi seperti dilaminating. Wajar bila ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit, terutama blas, lebih tinggi. Yoyo Suparyo, petani senior di Pamanukan, Subang, membuktikan manfaat tersebut pada tanaman padinya musim tanam yang lalu.

“Daya tahannya lebih kuat terhadap blas dan wereng meskipun saya juga tetap menggunakan insektisida antiwe reng. Yang jelas, maintenance-nya jadi lebih ringan,” ungkapnya. Pengalaman Yoyo tersebut diperkuat hasil uji coba Uut di lapangan. “Khusus untuk ketahanan terhadap blas sudah valid, ba nyak risetnya. Di Lampung juga saya coba dua musim, blasnya berkurang 50%. Pa da percobaan sengaja kita nggak kasih pestisida,” katanya.

Dari Mana Sumbernya?

Menurut Uut, sumber silika selain dari air irigasi, ada dua macam, yaitu dari bahan organik dan limbah industri. Bahan organik sumber silika mencakup jerami, sekam, limbah tanaman tebu, dan janjang kosong sawit.

Semua bahan ini hendaknya dikomposkan dulu baru diberikan ke tanaman agar kandungan silika dan juga kalium bisa diserap tanaman. Sementara yang dari industri adalah limbah batubara, yaitu abu terbang (fly ash) dan abu di bagian bawah (bottom ash). Fly ash lebih disarankan karena berbentuk ser buk sehingga mudah digunakan.

Apa lagi kadar Si-nya mencapai 30% dan kan dungan kalsiumnya juga tinggi. Sedang kan bottom ash masih berbentuk bongkahan. Selain itu limbah industri baja (terak baja) juga layak digunakan lantaran kandung an kalsium dan silikanya tinggi, mencapai 40%. Namun, lanjut Uut, peman faatan ini menghadapi kendala pengangkutannya dari lokasi lantaran termasuk B3 (ba han beracun, berbahaya).

Perlu izin Ke men terian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengeluarkan limbah tersebut dari pabrik. Sementara Bambang mengintroduksi pupuk silika dari Kolombia. Produk pupuk ini diklaimnya mengandung Si yang reaktif, kalsium, dan magnesium. Dengan dosis 100 kg/ha, ia menyakinkan, produksi padi meningkat rata-rata 20%.

Aplikasinya lebih baik bersama pupuk dasar atau paling lambat berbarengan pemupukan pertama, umur 1-2 minggu setelah tanam. Sebagai salah satu cara meningkatkan poduksi padi, pemupukan Si lebih strategis ketimbang pembukaan lahan baru. Siapa tertarik?

Categories
Agribisnis

Teknologi Italia untuk Kemakmuran Dunia

Filosofi Italia sangat bagus. “Bagaimana mereka (Italia) memberikan anggaran mereka, supaya pertanian dunia itu modern. Italia berpikir untuk kemakmuran dunia. Kalau dunia makmur, maka produk-produk Italia akan laku di pasar,” kata Susno Duadji, Chairman Grup Aldeos, salah satu anggota delegasi dari Indonesia yang datang ke Eima Agrimach, 7-9 Desember 2017 di India.

Pameran alat dan mesin pertanian di kampus Indian Agricultural Research Institute (IARI), Pusa, New Delhi, ini terselenggara berkat kerjasama Federation of Indian Chambers of Commerce and In dustry (FICCI) dan FederUnacoma (Italian Agri cultural Machinery Manufac turers Federation). Sebanyak 300 perusahaan traktor, pema nenan (combine harvester), mesin pengolah lahan, sistem irigasi, pompa, komponen, aksesori, dan suku cadang memamerkan keunggulannya di Eima Agrimach yang ke-5 itu.

“Kami membawa teknologi ke seluruh petani di dunia untuk memperbaiki hasil dan nilai mereka melalui efisien si berkat mekanisasi,” kata Maurizio Martina, Menteri Pertanian Italia, pada pidato pembukaan pameran alat dan mesin pertanian itu, Kamis, 7 Desember 2017. Selama tiga hari, pameran ini dikunjungi sekitar 42 ribu orang petani dan pelaku agroindustri, meningkat empat persen ketimbang pameran di tempat yang sama dua tahun lalu.

Sekitar 6.000 dari pengunjung tersebut berasal dari 40 negara. “Pameran berbagai produk ini untuk petani dan pebisnis pertanian,” ujar Alessandro Malavolti, Presiden FederUna coma, pada pameran tersebut. Italian Trade Agency (ITA) dan FederUnacoma mendatangkan delegasi bisnis internasional untuk mengadakan pertemuan bisnis dengan perwakilan eksibitor (termasuk 40 perusahaan dari Italia yang ikut berpameran).

Para pebisnis dan wartawan yang didatangkan antara lain dari Sri Lanka, Indonesia, Bangladesh, Kamboja, Filipina, Malaysia, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. Memang India menjadi salah satu pintu bagi teknologi pertanian Italia guna memenuhi kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), bukan hanya untuk India, tetapi juga pasar Asia lainnya seperti Pakistan, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Italia dan India melihat pembangunan pertanian di Asia, terutama di Indonesia, se makin kuat pada tahun-tahun mendatang.

Banyak perusahaan Italia yang membangun pabrik di India. Misalnya AMA, BCS, New Holland, Orlikon Graziano, ADR, Bondioli & Pavesi, Carraro Group, CBM, Mashio-Gaspardo, Lombardini-Kohler, Ogniben Power, Safim, Serigrafia 76, Comer Industries, Walvoil, dan Same D.F. Mel alui kerjasama pembangunan pabrik tersebut, terjadi alih teknologi dari Italia ke India. Pasar alsintan di India memang sangat besar. Misalnya traktor. Dari 1,9 juta pen jualan traktor global 2016, menurut Agrievolution, penjualan traktor di India mencapai 570 ribu unit (sekitar 30% penjualan di dunia), sedangkan China 420 ribu unit.

Bandingkan penjualan traktor di seluruh Eropa yang hanya mencapai 160 ribu unit dan Amerika Serikat 211 ribu unit. Menurut Shri Gajendra Singh Shekhawat, sekitar 80% kepemilikan lahan pertanian di India berskala kecil dan marjinal, di bawah 2 ha per petani. “Untuk meningkatkan hasil, mengurangi biaya, dan meng hindari biaya modal yang besar, diperlukan sewa alat dan mesin pertanian.

Kita perlu traktorisasi untuk memperbaiki produktivitas tanaman dan menempatkan sektor pertanian India di peta dunia,” kata Deputi Menteri Pertanian India itu. India yakin, melalui mekanisasi petani mereka dapat meningkatkan produktivitas dan menekan biaya pertanian. Tidak heran kalau penjualan alat dan mesin pertanian di India cukup tinggi.

Selain penjualan traktor, tahun lalu penjualan threshers (perontok padi atau pemipil jagung) di India mencapai 100 ribu unit, penjualan combine harvester sekitar 4 juta unit, dan mesin kultivator 50 ribu unit. Tahun lalu, nilai penjualan alsintan di India mencapai US$8,8 miliar (setara Rp 119 triliun). Pada 2022, diperkirakan nilai penjual annya mencapai US$12,5 miliar (setara Rp 169 triliun).

India merupakan produsen traktor terbesar di dunia dan menyumbang sekitar sepertiga dari produksi traktor di dunia. “India dan Italia saling membantu dan meleng kapi untuk memperkuat sektor alat dan mesin per tanian ke depannya,” ulas Martina pada pameran tersebut. Menurut Shri Sekhawat, beberapa tahun terakhir alsintan dari India banyak yang masuk ke pasar internasional.

“Saya katakan, India eksportir kuat alsintan dengan pertumbuhan rata-rata 6,2% per tahun selama empat tahun terakhir. Sekarang ada 180 pembeli dari 40 negara ke Eima Agrimach 2017 yang tentunya akan memberikan pengaruh yang besar untuk pasar internasional untuk alat dan mesin pertanian India,” papar Shri Sekhawat.

Dari Temu Bisnis

Ada empat pengusaha Indonesia yang datang ke Eima Agrimach ke-5 ini, yaitu Susno Duadji (Chairman Grup Aldeos), Edwin Anthony (Direktur PT Sri Tulin Indojaya), Sutrisno (Direktur PT Mitra Atedaselaras), dan Jonny Sinaga (PT Karya Mitra Usaha).

Mereka antara lain bertemu Federico Aldrovandi, Sales Departement Idrome ccanica Bertolini S.p.A, Reggio Emilia, Italia, dan Si mone Rigon, Business Deve lopment Manager Udor, S.p.A, Italia. Ke duanya produsen pompa. “Pompa kami sangat berkualitas, terbuat dari bahanbahan yang bermutu.

Produk kami bisa untuk pengairan dan pemu puk an,” promosi Ald rovandi. “Kami mempunyai peng alaman yang banyak di teknologi pemompaan untuk pertanian, industri, industri kelautan, minyak dan gas serta kebun buah. Kualitas produk kami bagus. Kami bisa kirim sesuai pesanan,” papar Rigon. Dari pertemuan bisnis tersebut, menurut Susno, perusahaan Italia memandang Indonesia sebagai pasar yang bagus.

Tapi sayangnya, kata mantan Kabareskrim Polri itu, mereka belum mempunyai agen atau distributor di Indonesia. “Udor beberapa puluh tahun beroperasi. Banyak orang Indonesia yang makai, tapi hanya sebagai importir. Padahal produk mereka bagus,” lanjut Susno. Teknologi alsintan Italia memang bagus dan sudah lebih maju.

“Teknologi ini harus untuk pertanian di Indonesia. Sebagai produsen alat dan mesin pertanian, teknologi dari Italia ini bagus. Yang kita pakai sekarang di Indonesia teknologi sederhana yang gampang rusak. Yang dari Italia ini sudah teruji,” tandas Jonny. “Kalau dari segi kualitas, produk-produk Italia sangat bagus. Misalnya pompa. Dengan ukuran kecil, tapi tekanannya besar. Sekilas da ri harga, ma sih persoalan di In donesia,” ko mentar Sutrisno.

Tapi, pameran ini bagus untuk mengubah pikir an petani di In donesia. “Untuk menjadi petani modern perlu menggunakan alat dan mesin pertanian agar efektif dan efisien,” tambahnya. Ada yang menarik didapat Jonny dari pame ran ini. Orang Jepang membeli mesin tanam padi untuk padi gogo dari Italia. “Jepang sudah me mikirkan untuk me nanam padi gogo (di ladang),” cetusnya.

Dengan menanam padi gogo, tidak perlu repot-repot membangun bendungan, saluran irigasi, dan lainlain yang investasinya sangat ma hal. “Jepang mena nam padi gogo. Se karang air susah, me ngapa tidak menanam padi di lahan kering saja?” ucap Jonny terinspirasi.

Dukungan Pemerintah

Dari segi komersial, menurut Yaniman Lani, kualitas alsintan Italia nomor satu di dunia. “Mereka (pemerintah Italia) memberikan re search fund ke Agri cultural Institute itu tinggi sekali. Mereka juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang belajar di pertanian dan peralatannya,” kata Senior Trade Analyst Italian Trade Agency, Jakarta, di ajang Eima Agrimach, itu.

Menteri Pembangunan Pertanian Italia memberikan insentif kepada pengusaha Indonesia yang bergerak di sektor alat dan mesin pertanian. “Tugas kita mengeducate, ini lho produk Italia. Kita memperkenalkan teknologi pertanian Italia kepada teman-teman kita di Indonesia. Secara tidak langsung mempromosikan bahwa yang pas untuk pertanian itu adal ah produk Italia,” katanya.

Untuk membangun pabrik di Indonesia, menurut Alessandro Malavolti, Presiden FederUnacoma, harus secara bertahap. “Nanti mungkin jualan dulu. Kalau laku baru bikin assemblydulu. Kalau nggak gitu kita rugi,” tu turnya ketika berbincang dengan tim delegasi Indonesia, di stan Italia.

Pemerintah In donesia dan DPR, menurut Susno, perlu mendukung al sintan dari Italia seperti yang dilakukan India. “Kita berpikir, ba gai mana mening kat kan produk perta ni an Indonesia. Tidak ada jalan lain kecuali dengan mesinisasi modern,” kata Susno. Kemudian,

“Kita berpikir, bagai ma na memproduksi alat dan mesin pertanian di Indo nesia (dengan tek nologi Italia) de ngan merek kita sendiri. Komponen alat dan mesinnya tidak harus semua dari Indo nesia. Yang kita buat itu sistemnya. Mesinnya bisa saja dari Ya maha, Honda, atau dari Italia. Tapi komponen lain sudah ada buatan Klaten atau Surabaya. De ngan produksi sendiri, yang tadinya mengimpor, why not kita mengekspor alat dan mesin pertanian,” ujarnya bersemangat.

“Italia kita ambil sebagai model. Kalau orang bilang kita tidak mampu, siapa bilang? Kita saja bisa bikin pesawat terbang. Kalau kita gabungkan produk-produk Italia, Turki, dan China, maka China akan kalah. Sekarang bagaimana memberikan kesempatan kepada anak bangsa untuk mendirikan pabrik (alat dan mesin pertanian) melalui alih teknologi dari Italia,” papar Susno.

Visinya, suatu saat Indonesia menjadi produsen alat dan mesin pertanian, bukan saja untuk pasar Indonesia, tapi juga Asia. “Kalau Italia sudah berpikir meningkatkan produktivitas pertanian dunia, kita berpikir bagaimana meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia,” pungkas bapak yang sekarang juga bertani padi di Lahat, Sumsel ini.